Razia Lapas Pontianak, 30 Warga Binaan Negatif Urine
- account_circle Deni
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sumber : kalbar.antaranews.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakhitz.com, Pontianak- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak menemukan sejumlah barang terlarang dalam razia gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan BNN Kalimantan Barat. Dalam pemeriksaan tersebut, 30 warga binaan juga menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif.
Dilansir dari kalbar.antaranews.com, Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak Ridha Ansari mengatakan razia dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat pengawasan di lingkungan lapas.
“Lapas Kelas IIA Pontianak baru saja melaksanakan razia yang merupakan perintah langsung dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” kata Ridha.
Temukan Sejumlah Barang Terlarang
Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa sejumlah kamar warga binaan dan menemukan beberapa barang yang dilarang berada di lingkungan lapas.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel urine terhadap 30 warga binaan yang dipilih secara acak.
“Sebanyak 30 warga binaan yang dipilih secara acak telah menjalani tes urine dan seluruhnya mendapatkan hasil negatif,” ujarnya.
Ridha menyebut razia tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk maupun beredar di lingkungan Lapas Kelas IIA Pontianak.
Salah satu barang yang ditemukan adalah sebuah kompor. Menurut Ridha, pihaknya masih menelusuri asal serta jalur masuk kompor tersebut ke dalam lapas.
“Kalau satu, dua, atau tiga telepon seluler mungkin saja bisa masuk melalui bagian depan, tetapi untuk kompor seperti ini tentu perlu ditelusuri bagaimana barang tersebut bisa masuk,” katanya.
Ia mengatakan kemungkinan barang tersebut masuk melalui jalur lain masih didalami, termasuk dugaan melalui truk pengangkut sampah. Namun, dugaan itu masih harus dibuktikan melalui penelusuran lebih lanjut.
Razia Melibatkan Lintas Instansi
Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat Brigjen Pol Totok Lisdiarto mengatakan pemeriksaan dan razia di lingkungan lapas dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan sejumlah unsur penegak hukum.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah kita laksanakan secara berkala. Namun, untuk hari ini kita memang secara terbuka dengan teman-teman media agar tidak ada yang ditutup-tutupi di antara kita,” kata Totok.
Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.
Totok mengatakan pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana dan mencegah mereka mengulangi pelanggaran hukum.
“Kami juga meminta media turut menyampaikan kepada masyarakat bahwa pengawasan dan penegakan aturan di dalam lapas dilakukan bersama-sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Saat ini belum ada komentar