Breaking News
Beranda » Berita » Air Sungai Kapuas Berubah Hijau, Akademisi Ungkap Sejumlah Faktor

Air Sungai Kapuas Berubah Hijau, Akademisi Ungkap Sejumlah Faktor

  • account_circle Fifi
  • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pontianakhitz.com, Pontianak — Perubahan warna air Sungai Kapuas menjadi kehijauan terlihat di sejumlah wilayah perairan dan menarik perhatian masyarakat.

Kondisi tersebut terjadi saat sejumlah wilayah di Kalimantan Barat menghadapi musim kemarau. Perubahan warna air dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi fisik, kimia, dan biologis di dalam perairan.

Pertumbuhan Alga dan Debit Sungai

Dilansir dari Hi!Pontianak, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Endi Ramadhani, menjelaskan perubahan warna air sungai dapat berkaitan dengan pertumbuhan alga atau algae bloom.

Menurut Endi, kondisi perairan bersifat dinamis sehingga perubahan warna yang terlihat secara kasatmata belum dapat langsung memastikan penyebabnya.

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah debit Sungai Kapuas, khususnya di wilayah hulu. Berkurangnya debit air dapat memengaruhi karakteristik fisik perairan dan dalam kondisi tertentu memungkinkan pengaruh air laut masuk lebih jauh ke wilayah daratan.

Jika perubahan karakteristik air berkaitan dengan intrusi air laut, salah satu indikasinya dapat dilihat dari perubahan rasa air menjadi payau atau asin.

“Kalau perubahan sifat fisik air tersebut disebabkan oleh intrusi air laut, sudah pasti akan terjadi perubahan sifat fisik dari segi rasa, seperti payau ataupun asin,” ujarnya.

Endi mengatakan, pengujian secara kimia dan biologi diperlukan untuk memastikan fenomena yang terjadi pada air.

“Sebenarnya untuk memastikan fenomena apa yang sedang terjadi pada tubuh air, selain diamati secara fisik, juga perlu dilakukan pengujian secara kimia ataupun biologi untuk memastikan fenomena apa yang sedang terjadi pada air,” katanya.

Kemarau Memengaruhi Kondisi Perairan

Sementara itu, berdasarkan laporan Pontianak Update, Ketua Jurusan Teknik Kelautan Fakultas Teknik Untan Pontianak, Mochammad Meddy Danial, menjelaskan perubahan warna air berkaitan dengan menyusutnya volume air yang memengaruhi kondisi fisik, kimia, dan biologis perairan.

Menurut Meddy, penurunan debit dan kecepatan aliran sungai selama musim kemarau membuat waktu tinggal air menjadi lebih lama.

Arus yang melambat, ditambah paparan cahaya matahari dan nutrien di perairan, dapat mendukung peningkatan pertumbuhan fitoplankton atau alga mikroskopis. Kandungan klorofil A pada fitoplankton dapat memberikan warna hijau pada permukaan air.

Selain fitoplankton, tampilan warna perairan juga dapat dipengaruhi tingkat kekeruhan, sedimentasi, bahan organik, pencampuran massa air, serta kondisi pencahayaan.

Meddy juga menyebut melemahnya proses pembilasan atau flushing dari kawasan hulu selama kemarau panjang sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

“Fenomena perubahan air yang kita lihat di Pontianak, Sungai Landak dan Ambawang itu bisa jadi kombinasi dari beberapa proses, seperti kemarau panjang, debit hulu sungai yang menurun, flushing dari hulu yang berkurang, serta intrusi air laut yang meningkat,” papar Meddy, Sabtu (25/9).

Air Sungai Perlu Diuji di Laboratorium

Perubahan warna air secara visual belum dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah air tersebut berbahaya atau tidak.

Meddy menyebut sejumlah parameter perlu diperiksa melalui pengujian laboratorium, antara lain salinitas, Total Dissolved Solids (TDS), klorofil A, Total Suspended Solids (TSS), oksigen terlarut (DO), pH, serta kandungan nutrien saat kondisi pasang maupun surut.

Pengujian Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) juga diperlukan untuk melihat aktivitas mikroorganisme dan kandungan bahan organik di dalam air.

Khusus untuk pemanfaatan air sungai sebagai sumber air baku PDAM, Meddy menyarankan pengujian dilakukan secara menyeluruh sebelum proses pengolahan. Tahapan pre-treatment dan desinfeksi juga diperlukan untuk mengendalikan bakteri maupun mikroorganisme sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.

  • Penulis: Fifi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poster Singkawang Nature Run 2026 7K Fun Run di Singkawang

    Bank Kalbar Dorong Sport Tourism Lewat Nature Run

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Stevannes
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Singkawang – Bank Kalbar turut mendukung penyelenggaraan Singkawang Nature Run 2026 yang akan berlangsung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Minggu, 4 Oktober 2026 mendatang. Kegiatan tersebut menggunakan Desa Agro Wisata Batu Belimbing sebagai titik start dan Desa Agroeduwisata Nyarumkop sebagai titik finish. Singkawang Nature Run Tempuh 7 Kilometer Singkawang Nature Run 2026 merupakan […]

  • Polda Kalbar mengamankan dua orang dalam OTT dugaan korupsi

    Polda Kalbar Amankan Auditor BPK dan Uang Rp400 Juta

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Stevannes
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Pontianak – Polda Kalimantan Barat mengamankan dua orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua orang tersebut masing-masing berinisial HR, Direktur Utama PDAM Bengkayang, dan DN, yang disebut sebagai oknum auditor BPK RI Perwakilan Kalimantan Barat. Dua Orang Diamankan dalam Penyelidikan […]

  • Festival Seni Melayu XIV 2026

    Festival Seni Melayu XIV 2026 Hadir di Pontianak, Semarak Budaya Digelar 10–17 Oktober

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Indari
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Pontianak – Festival Seni Melayu XIV 2026 kembali hadir di Kota Pontianak pada 10–17 Oktober 2026. Mengusung semangat untuk melestarikan kekayaan seni, budaya, tradisi, serta kreativitas Melayu, festival ini akan berlangsung di Jalan Diponegoro, Darat Sekip, Pontianak. Kehadiran Festival Seni Melayu XIV 2026 menjadi salah satu agenda yang menghadirkan nuansa budaya Melayu di tengah […]

  • fifa

    Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026, Marc Klok Bawa Skuad Garuda Incar Trofi Juara

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Imam Buchari
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Jakarta – Tim Nasional Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Thailand pada partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Mengutip laporan Bola.com, gelandang Marc Klok menilai laga final ini menjadi momen penting bagi skuad Garuda untuk meraih gelar juara. Pemain Persib Bandung tersebut menyampaikan bahwa seluruh anggota tim telah […]

  • Hari Kesaktian Pancasila 2026

    Hari Kesaktian Pancasila 2026, Momentum Memperkuat Nilai Persatuan Bangsa

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Indari
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Pontianak – Hari Kesaktian Pancasila 2026 diperingati pada Kamis, 1 Oktober 2026 sebagai momentum untuk mengingat perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut juga digunakan dalam upacara peringatan yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara pada 1 Oktober 2026. […]

  • Food Fest 2026

    Food Fest 2026 Pontianak Siap Diguncang Penampilan Memukau Weni Akademi 3

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Dina
    • 0Komentar

    Pontianakhitz.com, Pontianak — Pecinta kuliner dan hiburan panggung bisa memasukkan Food Fest 2026 ke agenda awal Oktober. Salah satu penampil yang hadir dalam festival ini adalah Weni Akademi 3, yang dijadwalkan menghibur pengunjung pada Jumat malam, 9 Oktober 2026. Penampilan spesial tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 WIB di Jalan Diponegoro, Pontianak. Kehadiran Weni menjadi salah satu […]

expand_less