BNPB Catat Penurunan Signifikan Karhutla di Enam Provinsi, Sisa 96 Hektar
- account_circle Salsa Nabila
- calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
- comment 1 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakhitz.com Karhutla di enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan positif setelah luas lahan yang masih terbakar mengalami penurunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 28 September 2026, luas lahan yang masih terbakar mencapai 96,07 hektar.an hari sebelumnya yang tercatat seluas 158,36 hektar. Penurunan ini terjadi seiring dengan pelaksanaan operasi pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa total luas lahan yang terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 527,6 hektar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 431,53 hektar telah berhasil dipadamkan berdasarkan data per 28 September 2026.
Informasi tersebut disampaikan Berton dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 29 September 2026.
Kalimantan Tengah Catat Penurunan Terbesar
Berdasarkan data Direktorat Operasional BNPB, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan penurunan luas lahan terbakar aktif terbesar, yakni mencapai 46,70 hektar.
Penurunan juga terjadi di Kalimantan Selatan sebesar 17,74 hektar, Jambi 1,50 hektar, dan Kalimantan Barat sebesar 1 hektar. Data tersebut menunjukkan adanya pengurangan area kebakaran aktif di beberapa wilayah prioritas.
Meski sebagian wilayah menunjukkan perkembangan positif, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. BNPB mencatat adanya penambahan luas lahan yang belum berhasil dipadamkan di Sumatera Selatan sebesar 4,15 hektar dan Riau sebesar 0,5 hektar.
baca juga: Induk dan Anak Orangutan Dievakuasi dari Area Kebakaran
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran masih perlu dilanjutkan. Pemadaman dan pemantauan tetap diperlukan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Pemadaman Dilakukan Melalui Jalur Darat dan Udara
Untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas, BNPB menggabungkan operasi pemadaman darat dan udara. Dari total 431,53 hektar lahan yang berhasil dipadamkan, seluas 369,03 hektar ditangani melalui operasi darat, sedangkan 62,5 hektar lainnya melalui operasi udara.
Dalam pelaksanaan operasi darat, sebanyak 59.035 personel gugus tugas dikerahkan ke berbagai wilayah terdampak. Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi dengan jumlah personel yang cukup besar, yakni sebanyak 14.575 orang.
Baca juga:
Adapun rincian personel di enam provinsi meliputi Riau sebanyak 14.837 orang, Kalimantan Barat 14.575 orang, Sumatera Selatan 11.026 orang, Kalimantan Selatan 7.927 orang, Jambi 5.984 orang, dan Kalimantan Tengah 4.686 orang.
Selain melibatkan personel, upaya pemadaman juga didukung berbagai peralatan, seperti pompa air, tangki portabel, serta alat penyuntik air gambut. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses pemadaman dan pembasahan lahan yang terdampak kebakaran.
BNPB Perkuat Operasi Udara untuk Mengatasi Karhutla
Selain Penanganan dari darat, BNPB turut memperkuat dukungan pemadaman melalui jalur udara. Armada yang disiapkan mencapai 56 unit, terdiri atas 43 pesawat pengebom air dan 13 pesawat yang digunakan untuk patroli serta modifikasi cuaca melalui operasi penyemaian awan.
Pesawat pengebom air digunakan untuk membantu memadamkan titik kebakaran, sementara patroli udara mendukung pemantauan kondisi di wilayah terdampak. Modifikasi cuaca juga menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu penanganan karhutla sesuai kondisi di lapangan.
Namun, proses penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan. Kabut tebal, perubahan arah angin, dan keterbatasan sumber air di kawasan gambut menjadi beberapa kendala yang memengaruhi pelaksanaan operasi.
Berton mengatakan BNPB bersama berbagai pihak terus mengoptimalkan upaya pembasahan lahan dan penyemaian awan untuk membantu mengurangi dampak kebakaran dan asap.
Penanganan Karhutla Masih Terus Berlanjut
Penurunan luas lahan yang masih terbakar menjadi perkembangan dalam upaya penanganan karhutla di enam provinsi prioritas. Meski begitu, penambahan area terbakar di Sumatera Selatan dan Riau menunjukkan bahwa upaya pemadaman masih perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Operasi darat dan udara masih menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran, didukung pengerahan personel, peralatan pemadam, serta upaya pembasahan lahan.
BNPB bersama pihak terkait terus berupaya menekan penyebaran api dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat maupun lingkungan. Dengan luas lahan yang masih terbakar mencapai 96,07 hektar per 28 September 2026, perkembangan penanganan selanjutnya tetap bergantung pada kondisi di masing-masing wilayah dan keberlanjutan operasi pemadaman.
- Penulis: Salsa Nabila
