Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Ini Plus-Minus Skuad Garuda Menurut Agung Setyabudi
- account_circle Imam Buchari
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Instagram @officialjohnherdman
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakhitz.com, Jakarta – Keberhasilan Timnas Indonesia merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menuai apresiasi dari mantan kapten skuad Garuda, Agung Setyabudi. Kapten tim nasional di ajang Piala Asia 2004 tersebut mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian tim asuhan John Herdman, sembari memaparkan analisis mengenai kelebihan serta kekurangan dalam pola permainan tim.
Agung menilai salah satu nilai tambah yang terlihat pada skuad Indonesia saat ini adalah hadirnya agresivitas permainan bergaya Eropa. Karakter tersebut tidak terlepas dari kontribusi sebagian besar pemain pilar yang berkarier di kompetisi luar negeri, mengingat hampir seluruh pemain mula dalam susunan tim merupakan jebolan klub-klub Eropa.
Menurut pengamatan mantan pemain asal Solo tersebut, para pemain saat ini menunjukkan keberanian lebih dalam memegang bola, konsisten melepaskan umpan terobosan untuk membongkar pertahanan lawan, serta didukung ketajaman para penyerang di lini depan.
Evaluasi Pertahanan Timnas Indonesia Usai Final FIFA ASEAN Cup 2026
Meskipun memuji kemajuan sektor serang, mantan pemain bertahan PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya ini memberikan catatan kritis pada kedisiplinan sektor pertahanan, terutama dalam momen transisi permainan. Kelemahan ini dinilai terlihat dari dua gol balasan yang dicetak Thailand pada partai final akibat memanfaatkan kelengahan ruang kosong di area belakang Indonesia.
Agung menjelaskan bahwa pada pertandingan penentu gelar tersebut, para pemain sempat tampak tergesa-gesa karena merasa berada dalam posisi unggul jumlah pemain. Situasi itu membuat fokus tim terlalu tertuju pada serangan berkelanjutan, sehingga meninggalkan lubang di lini pertahanan saat lawan melancarkan transisi balik cepat, kelemahan serupa yang sebelumnya juga sempat tampak saat menghadapi Bangladesh.
Keseimbangan antara intensitas penyerangan dan kerapatan organisasi pertahanan dinilai menjadi pekerjaan rumah penting bagi tim pelatih agar performa skuad Garuda semakin matang menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.
- Penulis: Imam Buchari

Saat ini belum ada komentar