Megah Petikan Sape’ Gaungkan Pesona Borneo di Festival Budaya Perbatasan 2026 PLBN Badau
- account_circle Dina
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 3 komentar
- print Cetak

Sumber Foto (Instagram): @bpkebudayaan_kalbar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakhitz.com, Pontianak — Festival Budaya Perbatasan 2026 menjadi salah satu agenda budaya yang berlangsung di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Salah satu pertunjukan yang dijadwalkan hadir adalah Suara Sape’ pada Senin, 21 September 2026.
Pertunjukan tersebut dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB. Tiga musisi dari wilayah Kalimantan disebut akan tampil, yakni Ishak Kurniawan dari Kalimantan Tengah, Fery Sape dari Kalimantan Barat, dan Alif Fakod dari Kalimantan Timur.
Festival Budaya Perbatasan 2026 Berlangsung di PLBN Badau
Festival Budaya Perbatasan 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19-21 September 2026 di kawasan Pasar Tradisional PLBN Badau. Informasi tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam agenda persiapan festival yang melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat.
Festival ini menjadi ruang untuk menghadirkan seni dan budaya di kawasan perbatasan. Rangkaian kegiatannya mencakup penampilan seni, kuliner, permainan tradisional, hingga workshop.
Suara Sape’ Hadirkan Musisi dari Tiga Wilayah Kalimantan
Pertunjukan Suara Sape’ menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian dalam rangkaian acara. Sape’ sendiri merupakan alat musik tradisional yang lekat dengan identitas budaya masyarakat di Kalimantan.
Berdasarkan informasi acara, Ishak Kurniawan akan tampil dari Kalimantan Tengah, Fery Sape dari Kalimantan Barat, serta Alif Fakod dari Kalimantan Timur. Kehadiran tiga musisi tersebut membuat pertunjukan membawa nuansa lintas daerah.
Alunan Sape’ bisa menjadi pengalaman berbeda bagi pengunjung yang terbiasa dengan pertunjukan musik modern. Petikan senarnya seolah membawa suasana khas Kalimantan ke atas panggung.
Selain menjadi hiburan, pertunjukan musik tradisional juga dapat menjadi ruang pengenalan budaya kepada generasi muda. Apalagi, festival seperti ini mempertemukan seniman dan masyarakat secara langsung.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak, Hibahkan Aplikasi SISPUS untuk SD Gembala Baik 1 Pontianak
Jadwal Pertunjukan Suara Sape’ 21 September 2026
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan, berikut informasi yang perlu dicatat:
- Acara: Suara Sape’
- Hari: Senin, 21 September 2026
- Waktu: 20.00 WIB
- Lokasi: PLBN Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
- Penampil: Ishak Kurniawan, Fery Sape, dan Alif Fakod
- Asal penampil: Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur
Karena jadwal dapat mengalami penyesuaian teknis, pengunjung sebaiknya tetap memantau informasi terbaru dari panitia atau kanal resmi terkait sebelum berangkat.
Festival Budaya Jadi Ruang Pelestarian Tradisi
Festival ini bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyebut kegiatan tersebut sebagai wadah pelestarian budaya di wilayah perbatasan.
Program Festival Budaya Perbatasan merupakan kegiatan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat. Menurut Pemkab Kapuas Hulu, kegiatan tersebut telah berjalan selama empat tahun dan sebelumnya digelar secara bergantian di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Kehadiran penampilan seni, kuliner, permainan tradisional, dan workshop membuat festival memiliki daya tarik yang lebih beragam. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pertunjukan, tetapi juga bisa mengenal berbagai bentuk ekspresi budaya masyarakat.
Jangan Lewatkan Suara Sape’ di PLBN Badau
Festival Budaya Perbatasan 2026 menjadi kesempatan untuk menikmati pertunjukan budaya sekaligus melihat aktivitas seni di kawasan perbatasan Kapuas Hulu.
Dengan waktu pertunjukan pukul 20.00 WIB, masyarakat yang ingin menyaksikan musik tradisional tersebut dapat mencatat tanggal dan lokasinya sejak sekarang. Pastikan juga mengecek informasi terbaru penyelenggara jika ada perubahan jadwal.
Menurutmu, apakah pertunjukan musik Sape’ seperti ini perlu lebih sering digelar untuk memperkenalkan budaya Kalimantan kepada generasi muda?
