Hari Kebudayaan 2026 Kalimantan Barat Hadirkan Enam Kegiatan, dari Workshop Tenun hingga Lawatan Sejarah
- account_circle Indari
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakhitz.com, Pontianak – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan rangkaian kegiatan Hari Kebudayaan 2026 dengan mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya” dan semangat “Berakar, Bertumbuh, Berubah”. Sejumlah kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 30 Oktober 2026 di Pontianak, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Melawi.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya, mengembangkan potensi kebudayaan daerah, serta memperkuat identitas masyarakat Kalimantan Barat. Agenda yang disiapkan mencakup workshop pelestarian cagar budaya, tenun, pemulihan ekosistem budaya, anugerah kebudayaan, workshop tikar senggang, hingga lawatan sejarah.
Enam Agenda Hari Kebudayaan 2026
Berdasarkan informasi dalam poster kegiatan, rangkaian Hari Kebudayaan 2026 terdiri atas enam agenda yang tersebar di tiga wilayah.
1. Workshop Tim Pelestari Cagar Budaya
Kegiatan pertama dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Hotel Star, Jalan Gajah Mada, Pontianak. Workshop ini berkaitan dengan upaya pelestarian cagar budaya agar peninggalan sejarah tetap terjaga dan dapat dikenali oleh generasi berikutnya.
2. Workshop Tenun
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Tenun di Pendopo Gubernur, Jalan Ahmad Yani, Pontianak. Tenun merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memiliki nilai keterampilan, identitas, dan tradisi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, keterampilan menenun diharapkan tetap mendapat perhatian sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
3. Anugerah Kebudayaan
Masih pada 22 Oktober 2026, Pendopo Gubernur Kalimantan Barat menjadi lokasi penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan. Agenda ini tercantum dalam rangkaian kegiatan Hari Kebudayaan 2026 sebagai bagian dari perhatian terhadap perkembangan dan pelestarian kebudayaan.
4. Workshop Pemulihan Ekosistem Budaya
Pada 27–28 Oktober 2026, rangkaian kegiatan berlanjut di Kabupaten Sintang melalui Workshop Pemulihan Ekosistem Budaya.
Agenda ini mengangkat perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem budaya, yang berkaitan dengan lingkungan, praktik tradisi, serta ruang kehidupan masyarakat yang mendukung keberadaan kebudayaan.
5. Workshop Tikar Senggang
Kabupaten Melawi menjadi lokasi Workshop Tikar Senggang yang dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menyoroti salah satu bentuk keterampilan tradisional yang perlu terus diperkenalkan dan dilestarikan.
Kerajinan berbasis tradisi tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga memiliki potensi untuk diwariskan melalui pembelajaran antargenerasi.
6. Lawatan Sejarah
Pada tanggal yang sama, 30 Oktober 2026, juga dijadwalkan kegiatan Lawatan Sejarah di Kabupaten Melawi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan masa lalu.
Menjaga Budaya sebagai Identitas Daerah
Rangkaian Hari Kebudayaan 2026 menghadirkan kegiatan yang mencakup pelestarian cagar budaya, keterampilan tradisional, penghargaan kebudayaan, hingga pengenalan sejarah. Pelaksanaan kegiatan di beberapa kabupaten dan kota juga menunjukkan bahwa kebudayaan Kalimantan Barat memiliki keragaman yang perlu dirawat bersama.
Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku budaya, komunitas, hingga masyarakat. Pengenalan tradisi kepada generasi muda menjadi salah satu langkah penting agar warisan budaya tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya”, Hari Kebudayaan 2026 mengajak masyarakat untuk menjaga warisan leluhur, merawat keberagaman, dan terus menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan Kalimantan Barat.

Saat ini belum ada komentar